BEM Uniba Dorong Pemerintah Banten Benahi Tujuh Persoalan

ZETIZENS.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar aksi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Selasa (6/10/2026).
Aksi yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB tersebut diikuti seluruh mahasiswa dari berbagai elemen di lingkungan Universitas Bina Bangsa.
Massa aksi terdiri dari mahasiswa Universitas Bina Bangsa. Aksi dikoordinasikan oleh Presiden Mahasiswa Uniba, Muhammad Syahid, yang sekaligus menjadi perwakilan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.
Momentum HUT Provinsi Banten ke-26 dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang evaluasi terhadap pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah.
Dalam press release yang disampaikan oleh BEM Uniba, mahasiswa menilai bertambahnya usia Provinsi Banten tidak seharusnya hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BEM Uniba menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan “pendidikan, infrastruktur, ketenagakerjaan, lingkungan, transportasi, dan pelayanan kesehatan. Mahasiswa kemudian menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Banten.”
Tuntutan:
Pertama, mendesak pengawasan terhadap Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025 mengenai jam operasional kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). BEM Uniba meminta pemerintah memastikan aturan tersebut benar-benar diawasi dan diterapkan di lapangan.
Kedua, mahasiswa mendesak pemerataan program sekolah gratis dan tepat sasaran. BEM Uniba menilai akses pendidikan harus dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat yang menjadi sasaran program tersebut.
Ketiga, BEM Uniba mendesak percepatan pembangunan dan pengawasan jalan desa di Provinsi Banten. Menurut mahasiswa, pembangunan infrastruktur yang merata diperlukan untuk menunjang mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Keempat, mahasiswa mendesak pemerintah untuk mengentaskan pengangguran di Provinsi Banten. BEM Uniba menilai perkembangan sektor industri di Banten harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penyediaan lapangan pekerjaan yang layak dan kesempatan kerja yang adil bagi masyarakat lokal.
Kelima, BEM Uniba mendesak penertiban aktivitas pertambangan. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan yang berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
Keenam, mahasiswa mendesak perbaikan infrastruktur sekolah di Kabupaten Pandeglang dan Lebak. BEM Uniba menekankan bahwa pemerataan pendidikan juga harus diikuti dengan tersedianya fasilitas belajar yang aman, layak, dan mendukung proses pendidikan.
Ketujuh, BEM Uniba mendesak optimalisasi tata kelola dan fasilitas RSUD Labuan serta RSUD Malingping. Pemerintah diminta melakukan evaluasi dan optimalisasi agar pelayanan kesehatan di kedua rumah sakit tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara layak dan berkualitas.
Dalam pelaksanaan aksi, perwakilan mahasiswa diterima oleh sejumlah pejabat terkait, yakni Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Aspirasi dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa kemudian didiskusikan bersama pihak pemerintah.
Hasil pertemuan tersebut berlangsung dengan baik. Pemerintah juga menyatakan adanya tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Melalui aksi tersebut, BEM Uniba menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya terlihat melalui program dan dokumen perencanaan. Pembangunan, menurut mahasiswa, harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Banten maju di atas kertas namun tertinggal dalam realitas. (Zee)







