Viral

Ini Alasan Doraemon Berhenti Tayang di RCTI, Padahal Lebih dari Tiga Dekade Loh

ZETIZENS.ID – Anime asal Jepang ini menemani anak-anak melintasi zaman. Lebih dari tiga dekade malah. Mulai dari generasi X sampai Alpha. Apa ya kira-kira alasannya?

Media sosial heboh mengabarkan kalau anime Doraemon yang selama lebih dari tiga dekade menjadi salah satu program unggulan RCTI kini resmi tidak lagi ditayangkan. Mulai tahun 2026, serial tersebut mengakhiri masa penayangannya di stasiun televisi tersebut. So sad.

Laman RRI membahas, isu ini menyeruak dan menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial X (Twitter). Terutama setelah akun komunitas @IndoPopBase menyebut bahwa Doraemon secara resmi mengakhiri penayangannya.

Unggahan tersebut viral dan memicu rasa kehilangan mendalam bagi lintas generasi. Khususnya bagi mereka yang tumbuh bersama Nobita dan kawan-kawan.

Dugaan berhentinya tayangan ini semakin kuat setelah dilakukan penelusuran pada jadwal siaran resmi RCTI maupun aplikasi RCTI+.

Terpantau sejak akhir Desember 2025, judul Doraemon tidak lagi tercantum dalam daftar program yang akan ditayangkan.

Padahal, secara historis, robot kucing berwarna biru ini memiliki ikatan kuat dengan televisi Indonesia. Sempat tayang di TVRI pada 1979-1989, Doraemon kemudian menjadi ikon RCTI sejak Desember 1990.

Absennya kartun ini tentu menjadi anomali besar mengingat posisinya sebagai tontonan wajib keluarga di akhir pekan. Sehingga munculah beragam pertanyaan dibenak penonton.

Alasan

Laman RRI menulis, pihak stasiun televisi belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sejumlah analisis mencuat terkait alasan di balik hilangnya Doraemon dari layar kaca.

1. Adanya perubahan strategi program di mana stasiun TV mungkin melakukan evaluasi rating. Dan memprioritaskan acara lain yang lebih relevan dengan audiens saat ini.

2. Faktor pergeseran pola konsumsi anak-anak yang kini lebih memilih menonton konten animasi melalui platform digital atau streaming ketimbang televisi konvensional.

3. Faktor ketiga yang paling santer terdengar adalah masalah hak siar dan lisensi. Indikasi ini terlihat dari beberapa film layar lebar Doraemon yang belakangan justru ditayangkan oleh stasiun televisi kompetitor.

Menghilang

Laman Kompas membahas, terhitung mulai 29 Desember 2025 hingga Minggu, 4 Januari 2026, nama Doraemon sepenuhnya menghilang dari daftar program yang ditayangkan.

Hilangnya sosok robot kucing dari abad ke-22 itu sekaligus menandai berakhirnya salah satu penayangan terpanjang anime di televisi nasional Indonesia.

Doraemon pertama kali dikenal luas oleh penonton Indonesia pada akhir era 1980-an hingga awal 1990-an, dan kemudian menjadi salah satu program unggulan RCTI.

Sejak saat itu, Doraemon nyaris tak pernah absen dari layar kaca nasional, terutama di jam tayang anak dan keluarga.

Serial ini diadaptasi dari manga karya Fujiko F. Fujio, mengisahkan petualangan Doraemon bersama Nobita Nobi dan kawan-kawannya, dengan berbagai alat ajaib dari masa depan yang sarat pesan moral tentang persahabatan, tanggung jawab, dan empati.

Tak hanya serial televisi, Doraemon juga rutin hadir dalam versi film layar lebar, yang sebagian besar mendapat sambutan hangat dan sukses secara komersial di Indonesia.

Meski tak lagi tayang di televisi nasional, berakhirnya Doraemon di RCTI tidak serta-merta menghapus eksistensinya.

Serial dan film Doraemon masih tersedia melalui berbagai platform digital dan layanan streaming, menyesuaikan perubahan kebiasaan menonton masyarakat.

Berakhirnya penayangan ini pun dipandang sebagai penanda pergeseran era, dari dominasi televisi ke konsumsi konten berbasis digital, sekaligus menutup satu bab nostalgia panjang bagi jutaan penonton Indonesia. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id