Tayang di VTV, Takdir Cinta Love Destiny Serial Hits di Negaranya

ZETIZENS.ID – Ada tontonan seru saban malem di VTV. Ya, serial drama Thailand Takdir Cinta (Love Destiny) yang tayang di VTV dibintangi oleh Ranee Campen dan Thanavat Wattanaputi sebagai pemeran utamanya.
Ranee Campen (Bella) berperan sebagai Ketsurang / Kade, Thanavat Wattanaputi (Pope) berperan sebagai Muen Suntorndewa / Pangeran Intha Decha. Keduanya adalah pemeran utama.
Pemeran pendukungnya ada Parama Imanotai (Punjan) sebagai Rueang, Susira Angelina Na Panna sebagai Mae Ying Chan, dan Kannarun Wongkajornklay (Prang) sebagai Mae Ying Jun
Trai Tangwanich sebagai Phra Narai.
Lintas Waktu
Serial drama Thailand Takdir Cinta (Love Destiny) mengisahkan tentang perjalanan lintas waktu (time travel) seorang mahasiswi sejarah bernama Ketsurang yang terjebak dalam tubuh seorang putri bangsawan yang jahat pada era Kerajaan Ayutthaya kuno.
Cerita dimulai di zaman modern. Ketsurang (Ranee Campen) adalah seorang mahasiswi arkeologi dan sejarah yang cerdas, ceria, namun merasa tidak percaya diri dengan penampilannya yang gempal.
Suatu malam, ia mengalami kecelakaan mobil tragis bersama temannya setelah pulang dari situs sejarah.
Di ambang kematian, jiwa Ketsurang bertemu dengan roh Mae Ying Karakade (juga diperankan oleh Ranee Campen).
Karakade adalah seorang wanita bangsawan cantik dari abad ke-17 (era pemerintahan Raja Narai di Kerajaan Ayutthaya). Namun, Karakade memiliki sifat yang sangat kejam, licik, dan egois hingga dibenci oleh semua orang, termasuk tunangannya sendiri.
Karakade meninggal akibat kutipan mantra suci setelah ketahuan berniat membunuh saingannya.
Sebelum jiwanya terseret ke neraka, roh Karakade memohon kepada Ketsurang untuk menempati tubuhnya dan menggunakan kebaikan Ketsurang demi menebus segala dosa-dosa masa lalunya.
Ketsurang akhirnya terbangun di masa lalu, terjebak di dalam tubuh Karakade yang langsing dan cantik jelita.
Sebagai orang modern yang tiba-tiba hidup 300 tahun silam, Ketsurang bertingkah sangat aneh di mata orang-orang istana.
Ia sering berbicara menggunakan bahasa modern, bersikap ekspresif, ramah kepada para pelayan, bahkan mempraktikkan hal-hal modern seperti membuat filter air dan memasak makanan unik.
Perubahan drastis ini membuat semua orang heran, terutama sang tunangan, Muen Suntorndewa / Det (Thanavat Wattanaputi).
Dante Det yang awalnya sangat membenci Karakade karena kekejamannya, perlahan-lahan mulai curiga sekaligus terpesona melihat kepribadian baru “Karakade” yang cerdas, baik hati, dan jenaka.
Sembari Ketsurang (dalam tubuh Karakade) mencoba beradaptasi, ia juga menyaksikan langsung peristiwa-peristiwa sejarah besar yang dulunya hanya ia baca di buku kuliah, termasuk intrik politik kerajaan, perebutan takhta, serta pengaruh pedagang Barat di Ayutthaya.
Seiring berjalannya waktu, benih-benih cinta yang tulus mulai tumbuh antara Det dan Karakade yang baru. Namun, tantangan besar menghadang karena Ketsurang harus terus menyembunyikan identitas aslinya dari masa depan, sembari menghadapi takdir apakah ia bisa selamanya bertahan di zaman kuno tersebut.
Ending
Ending dari serial drama Takdir Cina Love Destiny ditutup dengan bahagia happy ending bagi Ketsurang dan Muen Suntorndewa (Det) di era Kerajaan Ayutthaya kuno.
Setelah melewati berbagai peristiwa sejarah, konflik politik, dan momen kritis, Ketsurang sempat ditarik kembali ke zaman modern dalam keadaan koma.
Di dunia modern, roh Ketsurang melihat ibunya dan neneknya merelakan kepergiannya. Ia juga mengetahui bahwa sahabat pria yang dicintainya di zaman modern, Ruengrit, memutuskan untuk menjadi biksu karena terpukul atas kecelakaan Ketsurang.
Roh Ketsurang pun menyadari bahwa takdir dan jodoh sejatinya memang berada di era Ayutthaya bersama Det. Jiwanya kembali ke masa lalu dan menetap selamanya di dalam tubuh Karakade.
Terungkap sebuah fakta mengejutkan bahwa sahabat modern Ketsurang, Ruengrit, sebenarnya adalah reinkarnasi dari Det di masa depan.
Oleh karena itu, cinta Ketsurang tidak pernah berpindah ke orang lain; ia mencintai jiwa yang sama, baik di zaman modern maupun di zaman kuno.
Setelah kembali ke masa lalu dan menyatakan perasaan mereka masing-masing, Ketsurang (sebagai Karakade) dan Det akhirnya resmi menikah dalam upacara adat kerajaan yang sangat indah.
Hubungan mereka dipenuhi kebahagiaan dan tawa karena sifat Ketsurang yang tetap jenaka. Waktu pun berlalu, dan mereka dikaruniai empat orang anak (dua pasang anak kembar laki-laki dan perempuan). Ketsurang hidup bahagia di era tersebut hingga masa tuanya.
Akhir drama ini juga sekaligus menjadi jembatan menuju sekuelnya yang berjudul Love Destiny 2 (Prom Likhit).
Dalam sekuelnya, fokus cerita akan berpindah kepada anak-anak kembar mereka yang sudah beranjak dewasa, di mana sebuah manuskrip kuno kembali memicu perjalanan lintas waktu bagi gadis modern lainnya.
Populer
Serial ini sangat populer dan bahkan menjadi fenomena budaya nasional yang luar biasa di Thailand.
Saat ditayangkan pada tahun 2018 di Channel 3 dengan judul asli Bupphesanniwat, drama ini memecahkan berbagai rekor dan dianggap sebagai salah satu “harta karun nasional” pertelevisian Thailand.
Episode terakhirnya mencetak rating nasional sebesar 18,6% dan menembus 23,4% khusus di area Bangkok. Angka ini merupakan rekor rating tertinggi sepanjang sejarah era televisi digital di Thailand.
Jalanan di Bangkok bahkan dilaporkan sempat sepi pada malam penayangan episode final karena sebagian besar masyarakat memilih berdiam di rumah untuk menonton aksi Ketsurang dan Det.
Drama ini memicu tren masif di mana masyarakat Thailand dari berbagai kalangan mendadak gemar mengenakan pakaian tradisional era kuno ke tempat umum, mal, hingga festival budaya.
Istilah-istilah kuno yang digunakan dalam drama, seperti kata panggilan romantis “Aor Jao” (artinya “Kamu” atau “Sayang”), mendadak viral dan digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari.
Lokasi syuting drama ini—terutama kuil Wat Chaiwatthanaram di Ayutthaya Historical Park—mengalami lonjakan wisatawan yang luar biasa.
Ribuan turis lokal maupun internasional datang setiap harinya demi menyewa pakaian tradisional dan berfoto meniru adegan ikonik Karakade.
Penghargaan
Drama ini memenangkan hampir seluruh penghargaan bergengsi di Thailand Television Gold Awards, termasuk Best Television Series, Best Screenplay, dan Best Actress untuk Bella Ranee.
Karena kesuksesan masif tersebut, cerita ini dikembangkan menjadi film layar lebar (Love Destiny: The Movie pada tahun 2022), sekuel serial (Love Destiny 2), hingga diadaptasi ke berbagai versi lainnya.
Secara garis besar, cerita utama Takdir Cinta (Love Destiny) bukan berasal dari kisah nyata, melainkan fiksi murni yang diadaptasi dari novel populer karya Rompaeng.
Konsep perjalanan lintas waktu (time travel), perpindahan jiwa, dan kisah cinta antara Ketsurang dan Det adalah karangan penulis.
Meski begitu, drama ini menjadi sangat luar biasa karena latar belakang sejarah, suasana, dan banyak tokoh pendukungnya diambil langsung dari catatan sejarah nyata Kerajaan Ayutthaya abad ke-17 (era pemerintahan Raja Narai).
Banyak karakter penting di sekitar pemeran utama yang benar-benar hidup di masa lalu.
Contohnya:Raja Narai: Raja Ayutthaya yang memerintah pada masa itu.
Constantine Phaulkon: Petualang asal Yunani yang menjadi penasihat kepercayaan Raja Narai.
Mae Ying Chan (Maria Guyomar de Pinha): Istri Phaulkon, seorang wanita keturunan Portugis-Jepang yang dalam sejarah nyata dikenal sebagai pencipta berbagai hidangan penutup (dessert) tradisional Thailand berbahan dasar kuning telur (seperti Thong Yip dan Thong Yod). Ketsurang diceritakan berteman dengannya.
Kossathibodi (Plek) & Phra Phetracha: Pejabat tinggi kerajaan yang nantinya terlibat dalam pergolakan politik Ayutthaya.
Konflik perdagangan dengan bangsa Barat (Prancis, Inggris, Belanda), kedatangan para diplomat asing, hingga kudeta di akhir masa pemerintahan Raja Narai yang digambarkan dalam drama, semuanya merupakan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi.
Elemen Fiksi
Ketsurang dan Karakade: Tokoh utama wanita beserta fenomena berpindah jiwa lintas waktu sepenuhnya adalah fiksi.
Muen Suntorndewa (Det): Karakter sang tokoh utama pria dibuat untuk melengkapi romansa fiksi ini. Namun, posisinya sebagai diplomat muda istana mencerminkan profesi nyata para bangsawan Ayutthaya yang pernah dikirim dalam misi diplomatik ke Prancis (menemui Raja Louis XIV).
Jadi, penulis novelnya melakukan riset sejarah yang sangat mendalam, lalu menyisipkan cerita cinta fiktif Ketsurang ke dalam lini masa sejarah asli tersebut. Hal inilah yang membuat penonton merasa ceritanya sangat hidup dan meyakinkan. (Zee)







