Seleb

Puasa Mutih ala Syifa Hadju, Beneran Bikin Manglingi?

ZETIZENS.ID – Dari berbagai hal yang terjadi di pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, salah satu yang mencuri perhatian adalah Syifa Hadju yang melakukan puasa mutih dan terlihat manglingi di saat hari pernikahan. Cari tahu puasa mutih yuk.

Puasa mutih adalah tradisi tirakat dalam budaya Jawa yang membatasi konsumsi hanya pada nasi putih dan air putih saja selama jangka waktu tertentu.

Praktik ini bertujuan untuk menyucikan diri secara spiritual, memenuhi hajat tertentu (seperti pernikahan), dan mengendalikan hawa nafsu.

Praktik ini juga diyakini dapat membantu detoksifikasi tubuh.

Bagi yang berpuasa mutih, hanya diperbolehkan makan nasi putih tanpa garam atau lauk dan minum air putih.

Durasinya dilakukan dalam jangka waktu bervariasi, umum dilakukan selama 3 hari hingga 40 hari.

Puasa ini wering dijalani calon pengantin agar wajah bercahaya atau untuk memohon terkabulnya hajat.

Filosofi puasa ini melambangkan kesucian niat, kesederhanaan, dan penyucian hati.

Namun karena pembatasan ketat, puasa ini berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi seperti protein dan vitamin jika dilakukan terlalu lama.

Manfaat

Ada berbagai manfaat puasa mutih. Simak yuk :

Spiritualitas dan Penyucian Diri: Memperbaiki kualitas batin, moral, dan perilaku dengan membuang energi negatif dari nafsu keduniawian.

Tujuan Hajat (Tradisi): Dipercaya dalam tradisi Kejawen untuk membantu mempercepat terkabulnya suatu keinginan (hajat), seperti pernikahan, karir, atau jodoh.

Kesehatan Fisik (Detoksifikasi): Dipercaya dapat membersihkan tubuh dari racun karena membatasi asupan bumbu, lemak, dan protein kompleks.

Kecantikan dan Aura (Pengantin): Diyakini dalam tradisi Jawa dapat membuka “aura mahkota”, membuat wajah lebih cerah, menawan, dan memancarkan karisma (manglingi) saat pernikahan.

Pengendalian Hawa Nafsu: Membiasakan diri untuk tidak makan berlebihan dan menundukkan nafsu keinginan makanan enak.

Puasa mutih lebih banyak berkaitan dengan tradisi spiritual daripada kesehatan medis. Secara medis, puasa ini hanya menyarankan makan nasi putih (tinggi karbohidrat) dan air putih. Praktik ini sebaiknya dilakukan dalam jangka waktu pendek saja (1-3 hari) karena berisiko kekurangan nutrisi penting jika dilakukan terlalu lama.

Bagi Calon Pengantin

Puasa mutih adalah tradisi leluhur Jawa yang dijalani calon pengantin untuk membersihkan jiwa dan raga, menenangkan pikiran, serta memancarkan aura (manglingi). Puasa ini dilakukan dengan membatasi asupan secara ekstrem, di mana seseorang hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan dan minuman berwarna putih seperti nasi putih, tahu putih, dan air putih.

Tata Cara Puasa

Waktu Pelaksanaan: Umumnya dilakukan selama hitungan ganjil menjelang hari pernikahan, seperti 1, 3, atau 7 hari berturut-turut.

Niat: Dilakukan di dalam hati pada malam hari (sebelum tidur) atau saat sahur dengan niat mensucikan diri dan memohon kelancaran acara pernikahan.

Sahur dan Berbuka: Makan sahur dan berbuka dilakukan seperti puasa pada umumnya, namun menu yang dikonsumsi sangat dibatasi.

Aturan Makan dan Minum (Pantangan)

Selama menjalani puasa ini, aturan utamanya adalah hanya mengonsumsi makanan yang berwarna putih tanpa bumbu.

Makanan yang Diperbolehkan: Nasi putih, tahu putih rebus/kukus, putih telur rebus, dan air putih.

Pantangan: tidak boleh mengonsumsi garam, gula, penyedap rasa (MSG), kopi, teh, susu, atau makanan berwarna lainnya.

Tujuan dan Makna

Pembersihan Spiritual: Sebagai bentuk tirakat untuk memohon kelancaran acara, dijauhkan dari mara bahaya, dan memantapkan hati sebelum ijab kabul.

Kesehatan & Kecantikan: Membantu detoksifikasi (mengeluarkan racun tubuh), menstabilkan gula darah, dan mengurangi peradangan. Hal ini sering kali memberikan efek penurunan berat badan sementara dan membuat kulit wajah tampak lebih cerah atau manglingi.

Pengendalian Emosi: Melatih kesabaran dan menenangkan pikiran agar calon pengantin tidak mudah stres atau panik menjelang hari H.

Jika memiliki riwayat masalah lambung atau kondisi medis tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Kamu bisa memodifikasi puasa ini agar tidak terlalu ekstrem, misalnya dengan tetap mengonsumsi sedikit garam atau gula demi menjaga kondisi tubuh tetap fit hingga hari pernikahan. (Zee)

Tulisan Terkait

zetizens.id