Baru Banget di Netflix, Film Bila Esok Ibu Tiada Cocok Ditonton di Libur Hari Raya

ZETIZENS.ID – Buat kamu yang lagi di rumah aja menikmati libur Hari Raya bersama keluarga, bisa banget buka Netflix dan menonton film Bila Esok Ibu Tiada.
Laman Detikcom menyebut, film Bila Esok Ibu Tiada bisa menjadi salah satu pilihan tontonan untuk menikmati libur Hari Raya.
Film bergenre drama keluarga yang mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 14 November 2024 ini baru banget ditambahkan di Netflix.
Bila Esok Ibu Tiada merupakan film garapan Leo Pictures yang diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Nagiga Nur Ayati.
Film ini akan menghadirkan sejumlah aktor ternama sebagai pemerannya, mulai dari Adinia Wirasti, Amanda Manopo, Yasmin Napper, Christine Hakim, Slamet Raharjo, Fedi Nuril, Baim Wong, hingga Caesar Imanuel Hito.
Film ini menggambarkan hubungan seorang ibu dengan empat anaknya dalam sebuah keluarga yang sederhana. Alur dalam film ini menyajikan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menghadirkan konflik dan kisah yang menguras air mata.
Alur cerita film Bila Esok Ibu Tiada berfokus pada kehidupan seorang ibu bernama Rahmi (Christine Hakim) dan keempat orang anaknya, yaitu Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), serta Hening (Yasmin Napper).
Setelah sang suami Haryo, meninggal dunia, ia harus berjuang sendirian membesarkan anak-anaknya.
Kehidupan yang dijalani Rahmi tentunya tak mudah, dengan penuh pengorbanan, Rahmi berjuang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Sepeninggal suaminya, Rahmi juga berjuang keras menjaga keharmonisan keluarga.
Rahmi digambarkan sebagai sosok ibu yang selalu memprioritaskan kehidupan anak-anaknya.
Kecintaan Rahmi sebagai seorang ibu bahkan membuatnya kerap mengabaikan kesejahteraan pribadinya.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Rahmi merasa anak-anaknya semakin sibuk dengan urusan masing-masing. Sikap anak-anaknya seolah menunjukkan mereka tak lagi membutuhkan kehadiran dan kasih sayangnya.
Berbagai konflik di tengah empat bersaudara tersebut juga perlahan bermunculan. Si sulung yang kini menjadi tulang punggung keluarga perlahan menunjukkan sikap otoriter terhadap adik-adiknya yang membuat perpecahan di antara mereka.
Di tengah kekacauan itu, Rahmi tetap setia menjalani peran ibu dan mencintai mereka sepenuh hati.
Rahmi terus berupaya agar keempat anaknya bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling mendukung.
Hingga suatu ketika, empat bersaudara tersebut harus menghadapi takdir kehilangan ibu untuk selama-lamanya. Keadaan tersebut membuat mereka harus merenung dan beradaptasi dengan keadaan. (Zee)