Ramadan Picu Kenaikan Harga Pangan, Ayam Ras hingga Tomat Sumbang Inflasi

ZETIZENS.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa tembakau menjadi komponen yang secara konsisten memberikan andil inflasi pada setiap momen Ramadan. BPS dalam pemaparannya pada Senin 2 Maret 2026 menegaskan sejumlah komoditas pangan juga menjadi penyumbang utama inflasi bulan tersebut.
“Tembakau menjadi komponen penyebab utama andil inflasi di setiap momen Ramadan. Pada Februari 2026, khusus untuk Februari 2026, komponen dengan andil inflasi dominan ini terutama pada daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, dan tomat,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono.
Selain komoditas pangan, BPS juga menyoroti emas perhiasan sebagai salah satu komponen inflasi inti yang memberi andil cukup besar. Dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, inflasi tercatat sebesar 2,55 persen dengan andil 0,19 persen.
“Komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah komoditas emas perhiasan. Komoditas emas perhiasan ini juga telah mengalami inflasi secara bulanan selama 30 bulan berturut-turut. Inflasi emas perhiasan pada bulan Februari 2026 sebesar 8,42 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen,” jelasnya.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), pada Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 4,76 persen. Kenaikan tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026.
“Nah, berdasarkan kelompok pengeluarannya, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 16,19 persen dan memberikan andil sebesar 2,26 persen. Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok tersebut adalah tarif listrik,” paparnya.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tahunan sebesar 16,66 persen dengan andil 1,2 persen, yang kembali dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 3,51 persen secara tahunan dengan andil 1,05 persen terhadap inflasi Februari 2026.
(Sarah)







