Viral

Meledak! Disangka Besi Ternyata Mortir yang Digergaji

ZETIZENS.ID – Aksi warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan yang menggergaji besi tua dan ternyata mortir meledak pada Jumat (29/12/2023) pagi jadi sorotan dan viral.

Pagi yang semula tenang mendadak mencekam. Suara ledakan keras dari sebuah gudang besi tua menggegerkan warga.

Tak lama berselang, kobaran api disertai asap membumbung tinggi ke angkasa. Warga sekitar yang takut berlarian menjauh dari gudang besi tua itu.

Saking kencangnya ledakan itu, sebuah toko yang ada di seberang gudang itu ambruk. Suara ledakan bahkan sampai terdengar hingga 1 km. Luar biasa!

Ledakan pertama kali terdengar sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah itu beruntun terdengar ledakan susulan.

Setelah beberapa menit, api mulai terlihat membesar dan jalanan mulai bisa terlihat. Rumah di sekitar pun banyak yang rusak dan roboh.

Akibat ledakan tersebut, seorang pria berinisial G (55) tewas. Selain itu, 5 orang lainnya terluka. Dua di antara kelima korban luka itu adalah istri dan anak anggota Polairud Aiptu Joni.

Setelah ledakan tersebut, Polres Bangkalan dan Tim Gegana Polda Jatim langsung turun ke lokasi. Mereka menyisir untuk mencari tahu sumber ledakan. Hasilnya, ledakan dipicu oleh mortir zaman perang.

Bengkel Dilobo

Ternyata, bangunan sumber ledakan itu sebetulnya adalah bengkel Dilobo Motor milik Hori. Di situ juga dipakai untuk lokasi pengepul besi bekas.

Pekerja di bengkel Hori yang juga mengumpulkan tidak tahu bahwa mortir masih aktif. Mereka kemungkinan hendak memotong mortir itu pakai gergaji..

Pekerja tersebut berupaya menyelamatkan diri begitu asap keluar dari mortir. Namun malang, tidak lama kemudian mortir itu meledak.

Tiba-tiba pemiliknya lari dan begitu lari langsung meledak, temuan serpihannya ditemukan dengan jarak 500 meter.

Bentuk mortir yang ditemukan di lokasi ledakan itu seperti timun. Dia juga menyebutkan bahwa mortir itu diduga dari zaman perang.

Tujuh Tersangka

Buntut aksi ceroboh yang diduga dilakukan pekerja di gudang besi tua itu polisi mengamankan 7 orang.

Ketujuh orang yang diamankan masing-masing adalah pemilik gudang, 2 pekerja, dan 4 orang penyelam. Para penyelam ini diduga menemukan mortir di dasar laut.

Sedikitnya ada 4 mortir yang ditemukan. Namun belum bisa dipastikan apakah benar jenisnya memang mortir karena seperti peluru.

Sebelumnya

Penemuan mortir ini bukan kejadian pertama di Indonesia. Laman Kompas menuliskan pada 29 April 2017, Warga Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, dihebohkan dengan penemuan bom martir.

Bom martir yang diduga dari peninggalan zaman Jepang tersebut pertama kali ditemukan seorang kerajinan tangan, La Aka. Dia menemukan bom tersebut di tepi laut di bawah Bukit Wantiro.

Awalnya, ia menelusuri tepi pantai di Kecamatan Kokalukuna, mencari benda yang biasa dibuat untuk kerajinan tangan. Kemudian, dia menjumpai benda yang berbentuk lonjong yang awalnya dikira besi tua.

Setelah melihat bentuknya yang unik, dia langsung bawa pulang ke rumahnya yang ada di Kelurahan Wameo, Kecamatan Batupoaro

La Aka, mencoba mengukir benda tersebut tersebut di depan rumahnya, namun warga yang melihat tersebut memberi tahu dia itu adalah bom dan melaporkan ke polisi.

Warga sekitar pun heboh dan ingin melihat penemuan yang diduga bom mortar tersebut. Polisi yang mendapat laporan warga kemudian menuju lokasi kejadian. Polisi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi sekitar rumah La Aka.

Kepala SPK Polres Kota Baubau, Ipda Busrol Kamal, yang berada di lokasi kejadian mengatakan belum bisa menyimpulkan bom tersebut berasal dari mana.

Bom mortir tersebut telah diamankan aparat kepoIisian dan langsung dibawa ke Mapolres Kota Baubau. (Hilal)

Hilal Ahmad

Gen Z Enthusiast yang suka menulis apa pun dan bertualang ke mana pun!

Tulisan Terkait

Back to top button