Gen Z

Graduate dari JKT48, Shani Indira jadi Wakil GM Theatre JKT48

ZETIZENS.ID – Shani Indira Natio atau yang biasa dikenal dengan Shani JKT48 resmi graduate dari JKT48.

Ia mengumumkan kelulusannya pada 2 Juli 2023 dan melakukan konser “Shani Graduation Concert: Last Voyage” pada tanggal (27/4/2024) di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta.

Mantan Kapten JKT48 satu ini telah mengakhiri masanya pada (5/5/2024) setelah menjadi kapten JKT48 New Era Periode 2021-2024 di Last Show Pertunjukan Aturan Anti Cinta Oleh JKT48.

Terdapat banyak moment yang sudah ia lewatin selama 10 tahun menjadi member maupun kapten JKT48.

Saat dilaksanakan penutupan theater Shani JKT48 sebagai member terdapat rangkaian theater project yang dibuat oleh Inshanity, fanbase Shani JKT48 mulai dari 3D Preview dari Shani`s Avalon Exhibition , Wall Of memory, Photo Booth, Game Booth dan merchandise booth.

“Resmi graduate dari JKT49, such a long journey end aku happy ngejalaninnya, bisa graduate di waktu yang tepat thank you soo much buat semua temen – temen yang support kemarin, udah dating, bikin project, ngeluangin waktu buat ketemu di last show. More than enough love you!” tulis Shani di postingan Twitter atau X-nya.

Dekade

Setelah 10 tahun aktif menjadi seorang idol, Shani Indira telah resmi lulus dari JKT48 pada (5/5/2024).

Perjalanannya di JKT48 sejak tahun 2014 dijalani dengan penuh rasa bahagia oleh Shani, tetapi ada banyak juga hal sedih yang tidak pernah Shani ungkapkan sebelumnya.

Momen yang paling menguras air mata penggemar di last show Shani adalah ketika dirinya membacakan surat terakhirnya sebagai member JKT48.

Melalui surat tersebut, banyak hal berat yang dilewati Shani dan hanya dipendam sendirian selama ini.

Pertunjukan kelulusan Shani dilangsungkan dengan menampilkan setlist Aturan Anti Cinta

Shani tampil dalam unit song Malaikat Hitam bersama Feni dan Gracia yang merupakan teman segenerasinya di JKT48.

Pada lagu Di Tengah Hujan Badai Tiba-TIba, Shani menyelipkan monolog pada bagian outro yang membahas tentang kelulusannya dari JKT48.

“Di Tengah Hujan Badai Tiba-TIba di pertunjukan kelulusannya. Di saat Aku sendirian di tengah hujan, Aku memikirkan hal yang terlintas dalam benakku mengenai banyak hal tentang hari ini dan seterusnya. Banyak sekali yang udah Aku lewatin bersama member, staf, dan kalian semua. Apakah Aku benar-benar bisa melewati esok dengan baik? Ya, tapi berat. Aku meyakinkan diriku untuk mengambil langkah mencari kehidupan baru di luar sana. Walaupun akan banyak sekali rintangan, tapi Aku yakin dengan bekal yang Aku dapat dari JKT48, Aku bisa melangkah dengan baik. Di saat itu pun, Aku berharap kalian masih ada untuk Aku. Jadi, setelah hari ini dan seterusnya, mohon dukung Aku terus, ya. Dan terakhir, untuk para member yang masih berjuang, teruslah bersinar terang dan teruslah menggapai impian kalian di sini. Sekali lagi, Aku titip JKT48, ya. 2,” tukasnya.

5 Bonus Song

Prosesi kelulusan Shani dilaksanakan setelah 16 lagu dari setlist Aturan Anti Cinta selesai dibawakan.

Pada prosesi kelulusan tersebut, Shani membawakan 5 lagu yang paling berkesan dan cocok untuk hari kelulusannya.

Lima lagu tersebut adalah Rapsodi, Sayonara Crawl, Sebagian Besar Kenangan, Better, dan Kelopak-Kelopak Bunga Sakura.

Selama 10 tahun bersahabat, Feni dan Gracia membacakan surat untuk kelulusan Shani. Feni meluangkan waktunya untuk pulang ke Indonesia dan menemani hari terakhir Shani di JKT48.

Melalui surat yang disampaikan untuk Shani, Feni mengaku sedih karena tidak bisa banyak menghabiskan momen bersama Shani menjelang kelulusannya karena kesibukannya di Thailand sebagai anggota QUADLIPS.

Meski begitu, Feni tetap bersyukur bisa memiliki sosok teman sekaligus kakak seperti Shani dan berharap bahwa Shani bisa bangga memiliki teman seperti Feni yang berjuang keras untuk JKT48.

Selain Feni, Gracia yang sama-sama berasal dari generasi 3 juga ikut membacakan surat untuk kelulusan Shani.

Shani dan Gracia telah melewati banyak momen bersama, mulai dari audisi, dipromosikan ke Team T, dipindahkan ke Team KIII, mengunjungi banyak kota maupun negara, dan masih banyak lagi.

Sama seperti Feni, Gracia juga sangat bersyukur bisa memiliki hubungan akrab dengan Shani dan telah berjuang bersama di JKT48 selama 10 tahun terakhir.

Melalui surat kelulusannya, Shani menyampaikan banyak momen perjuangannya sebagai member JKT48 yang tidak pernah diungkapkannya selama ini.

Kisah Shani di JKT48 berawal dari dirinya yang menyukai SNSD tiba-tiba diajak oleh temannya mengikuti audisi generasi 3 dan akhirnya lolos menjadi trainee JKT48 pada 15 Maret 2014.

Selama proses audisi hingga masa awal trainee, Shani harus bolak-balik Yogyakarta-Jakarta setiap minggunya demi bisa mengimbangi kegiatan JKT48 dan pendidikan di kota asalnya.

Shani merasa senang ketika berkesempatan menjadi salah satu center dari setlist Pajama Drive bersama generasi 3 karena dirinya mendapat banyak feedback positif dari fans yang membuatnya mulai memiliki ambisi untuk bisa menjadi member yang terlihat.

Namun, perjuangannya mencapai hal tersebut tidaklah mudah, terutama ketika dirinya berada di Team T dan harus menggantikan posisi member yang sudah lebih dulu keluar dari JKT48.

Saat menampilkan lagu Sang Pianis Hujan, Shani mengaku merasa diremehkan karena fans memanggil nama member yang sudah keluar tersebut, padahal yang tampil dan ada di depan mata mereka adalah Shani.

Fanchant yang mungkin dianggap sederhana bagi sebagian orang itu ternyata menjadi hal yang membekas untuk Shani, bahkan di hari kelulusannya pun Shani masih ingat akan kejadian yang berlangsung selama berbulan-bulan tersebut.

Shani tetap berusaha keras supaya bisa membawakan lagu tersebut dengan versinya sendiri dan sukses membuat dirinya terlepas dari bayang-bayang member lain.

Shani kemudian sempat melewati fase dimana dirinya memilih tetap tampil di atas panggung dengan kondisi kakinya yang baru saja dijahit karena tidak mau mengecewakan penggemar yang ingin menontonnya di teater.

Meski tidak suka suasana sousenkyo yang penuh ketegangan dan persaingan, Shani berhasil memanfaatkan kesempatan besar tersebut mulai dari mendapat peringkat paling terakhir hingga paling atas yang membentuk dirinya menjadi sosok Shani yang seperti sekarang.

Momen awal JKT48 New Era menjadi titik terendah Shani karena dirinya merasa tidak mengenal dirinya selama ini dan banyak memendam perasaan serta menurunkan rasa ego karena posisinya sebagai seorang kapten.

Meski begitu, New Era menjadi bukti Shani berhasil melewati semua masa sulitnya dan menghargai setiap proses di JKT48 dengan penuh rasa tulus dan bahagia serta pikiran yang positif.

Prosesi pelepasan kabesha Shani dilaksanakan secara tertutup. Ini merupakan momen sakral yang harus dilakukan oleh member yang lulus dari JKT48 sebagai penanda bahwa perjalanan mereka di grup telah usai.

Untuk menjaga kesakralan tersebut, JKT48 telah mengumumkan sehari sebelumnya bahwa prosesI pelepasan kabesha Shani dilaksanakan secara tertutup dan dapat disaksikan melalui live stream di YouTube JKT48.

Bersamaan dengan prosesi tersebut, Shani kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh penggemar yang telah menemani 10 tahun perjalanannya di JKT48.10 tahun di JKT48 menjadi perjalanan yang indah bagi Shani.

Namun ternyata saat acara Meet and Greet JKT48, Shani tampil di stage mini konser. Melody Laksani, GM Thater JKT48 mengumumkan Shani akan menjadi wakil GM JKT48 Theater. Selamat Shani. (Zee)

Tulisan Terkait

Back to top button