Karya

Who is God?

Cerpen oleh Ratu Yeyen Maulina

ZETIZENS.ID – Lian adalah seorang mahasiswa yang kepalanya adalah sebuah labirin tanpa ujung.

Baginya, kuliah filsafat bukan sekadar kurikulum, melainkan pencarian identitas Tuhan yang selama ini ia ragukan. Kegelisahan itu membawanya hingga ke depan pintu rumah dosennya pada suatu sore yang mendung.

“Maaf Pak, saya lancang,” ucap Lian setelah duduk dengan tegang.

“Ada pertanyaan yang berputar-putar di kepala saya, apakah Tuhan itu ada?”

Tulisan Terkait

“Pernahkah kamu melihat kayu jati berubah menjadi lemari dengan sendirinya?” balas dosennya tenang.

“Tidak.”

“Begitu pun alam semesta yang rumit namun presisi ini. Menurutmu, apakah ini hanya kebetulan tanpa perancang?”

Lian tertegun, namun egonya masih berontak.
“Mungkin saja. Tapi jika Tuhan memang ada, siapa Dia sebenarnya?”

“Tuhan adalah penyebab yang tidak disebabkan,” jawab sang dosen dengan mantap.

“Lalu, apakah Tuhan itu baik?” kejar Lian lagi.

“Ya, Dia Maha Baik.” Ucap pak dosen lalu meminum kopi.

“Jika Dia baik, mengapa ada penderitaan? Mengapa dunia ini penuh luka?”

“Dia baik, namun Dia memberi manusia kebebasan penuh untuk memilih. Sering kali manusia menyalahkan Tuhan atas pilihan-pilihan salah yang mereka buat sendiri, analoginya seorang anak yang menangis kesakitan saat disuntik dokter, si anak merasa disakiti, padahal itu adalah kasih sayang untuk keselamatan jangka panjang yang belum dipahami logikanya.”

“Tapi apakah Dia adil?” suara Lian merendah, hampir berbisik. “Mengapa bumi ini terasa sangat berantakan dan tidak adil bagi banyak orang?”

“Dunia berantakan karena penyalahgunaan kebebasan manusia. Namun, ingatlah bahwa keadilan Tuhan terkadang bersifat tertunda.

Itulah mengapa ada konsep surga dan neraka sebuah ruang di mana segala ketidakadilan yang belum tuntas di dunia akan diadili dengan seadil-adilnya.”

Sebelum Lian pamit, dosen itu berpesan:
“Jangan mengutuk badai jika kamu belum melihat pelangi setelahnya. Tuhan itu baik, tapi terbatasnya cara pandang kita membuat kita berburuk sangka.”

Lian pulang dengan wajah bimbang. Jawaban telah ditemukan, namun di kepalanya muncul pertanyaan baru yang lebih sunyi “Apa sebenarnya maksud Tuhan?”. (*)

Ratu Yeyen Maulina adalah siswi MAN 3 Serang, Padarincang. Zetizens Icon 2026.

Tulisan Terkait

Back to top button
zetizens.id