
ZETIZENS.ID – Suatu hari di 2015, aku mempunyai seorang teman yang bernama Iip dan Aceng. Kita selalu bermain bersama, mengaji bersama dan selalu menghabiskan wakru bersama.
Sjayut ketika, kami akan berangkat memancing ikan sambil akan makan bareng si sungai. Aku dan teman-teman bagi tugas masing-masing untuk membawa barang yang akan kami bawa.
Dan Aceng pun menyiapkan pancingan serta umpannya. Iip juga akan membawa alat masak seperti wajan panci, cobek dan lain-lain. Sedangkankan aku membawa ember untuk wadah ikan nanti dan beras untuk dimasak di sungai.
Singkat cerita, kamipun sudah mendapatkan ikan hasil pancingan. Aceng dan kami pun bergegas memasak ikan-ikan tersebut untuk kami hidangkan.
Tidak menunggu waktu lama, masakan yang kami masak siap untuk kami masak bersama.
Singkat cerita 8 tahun kemudian, kami pun sudah beranjak usia remaja dan kami pun sudah merasakan keasingan karena Si Aceng dan Si Iip telah putus sekolah.
Mereka memilih untuk bekerja untuk membantu ekonomi keluarga di rumah mereka masing-masing.
Aceng memilih sebagai kernet truk sedangkan Iip bekerja sebagai penjual buah-buahan.
Pada suatu malam, sekitan pukul 19m30 aku mendengar kabar dari Pak RT bahwa Aceng mengalami kecelakaan yang membuat dirinya koma.
Aku sangat kaget mendegar kabar itu dan aku segera bergegas menuju rumah sakit tempat Aceng dirawat. Aku berharap besar kepada Allah agar Aceng sembuh kembali.
Namun takdir berkata lain. Tidak lama kemudian pada malam itu, aku merasa sangat sedih dan sangat berduka karena mendengar kabar Aceng salah satu teman dari kecilku telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang menimpa pada dirinya pada malam itu. (*)
Agis Abdullah adalah siswa MA Al-Hidaya Ciomas. Zetizens Icon 2026.







