Among Us Latih Anak untuk Berbohong? Ini Dampak Positif dan Negatif

ZETIZENS.ID – Among Us adalah sebuah game online yang dikembangkan dan diterbitkan oleh InnerSloth.
Permainan ini pertama kali dirilis pada tanggal 15 Juni 2018. Permainan berlangsung dalam latar bertema ruang angkasa di mana masing-masing pemain mendapatkan salah satu dari dua peran, sebagian besar menjadi Crewmates, dan lainnya menjadi Impostor.
Meski game ini sudah lama viral, tetapi saat ini masih banyak orang yang memainkannya.
Game ini pernah menjadi game yang kontroversial karena latih anak untuk berbohong. Berikut adalah dampak positif dan negatif game Among Us.
Dampak Positif:
1. Keterampilan Sosial
Game Among Us dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, komunikasi, dan kepercayaan. Mereka belajar bekerja sama dengan tim untuk mencapai tujuan bersama.
2. Pengembangan Keterampilan Analitis
Dalam permainan ini, pemain perlu mengamati perilaku dan pola untuk menentukan siapa yang merupakan “impostor”. Hal ini dapat membantu anak-anak dalam mengasah keterampilan analitis dan pemecahan masalah.
3. Kreativitas
Pemain memiliki kebebasan untuk menggunakan strategi dan kreativitas mereka sendiri untuk menangkap impostor atau memanipulasi pemain lain. Ini dapat merangsang imajinasi dan kreativitas anak.
Dampak Negatif:
1. Ketergantungan
Seperti halnya dengan game lainnya, anak-anak bisa menjadi terlalu tergantung pada permainan ini dan menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar, mengurangi waktu untuk kegiatan lain yang penting seperti belajar dan berinteraksi secara langsung dengan teman-teman.
2. Konten Tidak Sesuai
Beberapa interaksi di dalam game, terutama dalam obrolan daring, mungkin tidak sesuai untuk anak-anak karena bisa mengandung bahasa atau perilaku yang tidak pantas.
3. Kecanduan dan Stres
Bagi beberapa anak, tekanan untuk menemukan impostor atau menjadi impostor dapat menyebabkan tingkat stres dan mungkin menyebabkan kecanduan terhadap permainan.
4. Membiasakan Anak untuk Berbohong
Dalam game Among Us, pemain harus bisa bekerjasama menemukan Impostor. Apabila anak menjadi Impostor, maka ia akan memutar otak untuk berbohong serta menuduh orang lain membunuh padahal ia sendiri yang melakukannya.
Sementara Game Among Us dapat memiliki dampak positif dalam pengembangan keterampilan sosial, analitis, dan kreativitas anak.
Penting bagi orang tua untuk memantau waktu dan konten yang diakses anak-anak serta membatasinya. (Sarah)







